Sudah cukup lama aku tidak membuka dan menulis di Blog ini, bahkan terakhir posting hampir setahun yang lalu itu pun bentuknya bukanlah sebuah tulisan. Namun, hari ini Aku tergerak untuk menulis kembali karena saat Aku membuka email ada satu inbox dari Anonim yang mengomentari salah satu tulisanku. Walaupun awalnya tidak pernah berpikir agar tulisanku memiliki pembaca, tapi dengan adanya satu komentar itu yang merupakan komentar perdana di blog ini, Aku menjadi sangat bersemangat untuk menulis. Aku rasa komentar itu merupakan apresiasi yang luar biasa.
Apalagi Sang Anomim menyatakan bahwa tulisan tersebut telah menggugah paradigmanya. Tak menyangka sama sekali bahwa tulisanku bisa membekas dalam dihati seseorang sebagaimana Aku sering merasakan hal yang sama saat membaca tulisan orang lain.
Akhir - akhir ini aku sedang mengalami syndrom pencarian jati diri. Aku sering bertanya siapa sesesungguhnya aku, apakah yang aku inginkan dalam hidup ini, atau What is my really passionate? Memikirkan semua itu sangat melelahkan. Sehingga aku mulai mencari - cari cara untuk mengenali diri sendiri. Dengan banyak membaca dan bertanya akhirnya aku sedikit mampu melihat apa yang ada dalam diriku meski masih jauh dari 100%. Dan salah satu yang membatuku dalam mencari jawaban akan sekelumit pertanyaan yang membingungkan itu adalah komentar yang sudah ku sebutkan sebelumnya.
Hal ini bermula ketika aku sering mempertanyakan, apa sebenarnya gaya tulisanku? Terkadang aku merasa iri pada para penulis yang mampu membuat tulisan humor dan membuat pembacanya tertawa terbahak - bahak atau pada penulis yang mampu membuat cerita sedih dan membuat orang - orang mengharu biru saat membacanya ataujuga gaya para penulis dengan sastra yang begitu tinggi serta permainan majas yang menganggungkan. Sesekali aku ingin mencoba itu semua, namun aku tak pernah puas dengan hasilnya dan merasa semua itu bukanlah tulisanku.
Dengan adanya komentar pertama ini, membuatku tak iri lagi. Memotivasiku untuk terus menulis tanpa harus berpikir panjang tentang hasilnya, tentang bagaimana orang akan mengapresiasi tulisanku. Yang perlu ku pikirkan hanyalah bagaimana dengan menulis bisa memberikan kebahagian untuk diriku sendiri dan syukur - syukur bisa bermanfaat juga untuk oranglain. Karena itulah aku sangat berterimakasih akan komentar singkat yang kini terpajang di blog ini.
Berikut adalah komentar lengkap yang ditulis oleh Anonim :
Terimakasih tulisannya sangat menggugah paradigma saya.... salam syukur dan bahagia...
Rahmah Asyiah
22 November 2012
Apalagi Sang Anomim menyatakan bahwa tulisan tersebut telah menggugah paradigmanya. Tak menyangka sama sekali bahwa tulisanku bisa membekas dalam dihati seseorang sebagaimana Aku sering merasakan hal yang sama saat membaca tulisan orang lain.
Akhir - akhir ini aku sedang mengalami syndrom pencarian jati diri. Aku sering bertanya siapa sesesungguhnya aku, apakah yang aku inginkan dalam hidup ini, atau What is my really passionate? Memikirkan semua itu sangat melelahkan. Sehingga aku mulai mencari - cari cara untuk mengenali diri sendiri. Dengan banyak membaca dan bertanya akhirnya aku sedikit mampu melihat apa yang ada dalam diriku meski masih jauh dari 100%. Dan salah satu yang membatuku dalam mencari jawaban akan sekelumit pertanyaan yang membingungkan itu adalah komentar yang sudah ku sebutkan sebelumnya.
Hal ini bermula ketika aku sering mempertanyakan, apa sebenarnya gaya tulisanku? Terkadang aku merasa iri pada para penulis yang mampu membuat tulisan humor dan membuat pembacanya tertawa terbahak - bahak atau pada penulis yang mampu membuat cerita sedih dan membuat orang - orang mengharu biru saat membacanya ataujuga gaya para penulis dengan sastra yang begitu tinggi serta permainan majas yang menganggungkan. Sesekali aku ingin mencoba itu semua, namun aku tak pernah puas dengan hasilnya dan merasa semua itu bukanlah tulisanku.
Dengan adanya komentar pertama ini, membuatku tak iri lagi. Memotivasiku untuk terus menulis tanpa harus berpikir panjang tentang hasilnya, tentang bagaimana orang akan mengapresiasi tulisanku. Yang perlu ku pikirkan hanyalah bagaimana dengan menulis bisa memberikan kebahagian untuk diriku sendiri dan syukur - syukur bisa bermanfaat juga untuk oranglain. Karena itulah aku sangat berterimakasih akan komentar singkat yang kini terpajang di blog ini.
Berikut adalah komentar lengkap yang ditulis oleh Anonim :
Terimakasih tulisannya sangat menggugah paradigma saya.... salam syukur dan bahagia...
Rahmah Asyiah
22 November 2012
Oh terimakasih banyak, senang rasanya jika hal sederhana itu ternyata berguna bagi Anda. Dan saya belum sempat mengucapkan terimakasih pada Anda karena tulisan-tulisan nya yang andai Anda percaya, nampaknya efeknya langsung membekas pada diri saya. Ya disana banyak tertulis tentang rasa syukur dan ikhlas..
BalasHapusoh itu cara saling mengingatkan yang keren..
:)
Ngga nyangka Anda ternyata membaca juga tulisan saya tentang komentar itu. Ini hanya sedikit apresiasi dari saya atas apresiasi hebat Anda pada tulisan saya. Percaya atau tidak, komentar sederhana itu sungguh memotivasi saya, dan saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan Anda di blog ini ...
BalasHapusTerimakasih semoga kita dapat menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan bahagia ... ^^
Actually I've been subscribed to your blog, jadi tadi ketika buka "Google Reader" eh ada artikel baru, hehe
BalasHapusHmmmmm, ringkasnya, beberapa tahun belakangan ini rasanya saya mulai "terseret" untuk mencari nilai-nilai moral sederhana yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Mungkin semisal tentang kebahagiaan, rasa syukur, semangat positif, dkk. :)
Dan ternyata di Blog Anda saya menemukan banyak inspirasi dan pandangan-pandangan yang menyejukan pikiran yang rasanya terlalu serius ini, hehe
Oh ya, kebetulan saya juga subscribe ke blog anda yang lainnya, disana saya mendapatkan banyak hal-hal (pelajaran-pelajaran) menarik dari menyimak kisah-kisah Anda tersebut.
Dan percaya atau tidak, nilai-nilai tersebut ternyata dapat langsung saya aplikasikan saat itu juga, aduh maaf kalau jadi lebay,
Tapi yang pasti saya benar-benar mengapresiasi karya Anda. Dan saya pun benar-benar merasa bahwa saya harus mengungkapkannya..
Terimakasih semoga makin banyak yang terinspirasi..
:)
Blog saya yang lainnya saya pikir hanya saya yang sering membukanya ... hehe ...
BalasHapusSebenernya lebay ngga ada salahnya asal pada tempat yang tepat ... Saya juga berpikir terkadang saya lebay dan mungkin sekarang sedang lebay karena sikap hangat Anda membuat saya terharu dan ingin terus menulis ...
Rasanya saya menjadi tak sabar untuk membaca tulisan Anda :)
Hehe
BalasHapusSyukurlah kalau menurut Anda seperti itu, karena rasanya saya sering sekali tampak "lebay", :)
Oh iya Mba Rahmah, kalau boleh saya tau bagaimana pendapat Anda tentang bergaul yang baik dan menyenangkan ?
Maaf nih malah jadi konsultasi..
:)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbukan lebay kali ya, as you told on your article "melankolis". hehe
Hapussaya sendiri kurang paham dan mungkin bukan orang yang pintar bergaul tapi menurut saya, bergaul akan menyenangkan jika kita bisa menjadi diri kita sendiri dan memberikan energi positif bagi orang - orang yang ada disekitar kita...
jalani aja selama itu memberikan kebahagian dan pengaruh yang baik :)
Super sekali Mba..
BalasHapusDan selain "melankolis" sebetulnya saya juga gemar bertanya tentang hal-hal yang penting maupun yang ga penting, hehe
Terimakasih, senang bisa berbagi pandangan dengan Anda..
:)
sama - sama ^^
Hapustapi justru dari hal - hal yang sering kali dianggap ngga penting malah ada banyak pelajaran yang bisa diambil...
gmn sudah menemukan pergaulan yang baik dan menyenangkan? hehe
Hehehe,
BalasHapusRasanya sering kali pemikiran saya "dibenturkan" dengan hal ini. Untuk sebagian orang bergaul itu mungkin merupakan hal yang sederhana ( dan mungkin itu memang sederhana, :) ). Namun saya rasa kadang-kadang kita dihadapkan pada beberapa situasi yang menuntut kita untuk bisa menempatkan diri dengan baik (tidak kehilangan karakter). Untuk sebagian orang mungkin mereka sudah terlatih atau bahkan memiliki bakat untuk hal tersebut sehingga dengan refleks mereka akan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya.
Saya sangat setuju sekali Mba bahwa dengan menjadi diri sendiri, itu akan menjadi menyenangkan bagi kita. Dan dengan hal-hal kecil yang menebarkan energi positif, maka mungkin lingkungannya lah yang akan lebih menyenangkan...
Dan menanggapi pertanyaan Anda, hhmmmm, saat ini saya sedang menikmati usaha saya untuk tidak kehilangan karakter (tetap menjadi diri sendiri) sambil berusaha menebarkan energi-energi positif di lingkungan saat ini saya berada. :)
Sekali lagi terimakasih atas masukannya.. :D
Saya juga masih dalam tahap belajar nih, kadang - kadang masih ngerasa ngga nyaman saat ada dalam kelompok tertentu tapi saya berusaha untuk sebisa mungkin tetap menjadi diri saya sendiri dan itu memang tidak mudah ... Semoga semakin lama bisa semakin beradaptasi dengan komunitas manapun tentunya tanpa kehilangan karakter seperti yang Anda bilang ... :)
BalasHapusAamiin,, ^^
BalasHapus