Minggu, 01 Desember 2013

I’m gonna be a Mother :)



            Ngga kerasa udah masuk bulan Desember yang artinya bentar lagi udah waktunya say good bye sama tahun 2013 dan menyambut kedatangan 2014. Banyak banget berkah dan hal yang berkesan buatku di tahun ini. Tapi yang paling indah pastinya hadiah istimewa buatku dan suamiku dari Allah Sang Maha Pengasih, apalagi kalau bukan kehadiran anak kami yang saat ini masih dalam rahim dan sudah menginjak usia kandungan 4 bulan. Feel so blessed :)

            Ada cerita unik tentang kehamilanku, jadi beberapa waktu sebelum hamil aku dilanda penyakit males yang luar biasa dan yang parahnya itu bukan cuma males beraktivitas tapi juga males beribadah. Sholat juga terkesan asal – asalan, terus mau buka Qur’an aja rasanya susah banget. Pokonya keimanan lagi bener – bener ngedrop. Walaupun hati kecil rasanya resah, berdosa dan menyesal tapi keburukan ini masih kulanjutkan hingga berminggu – minggu lamanya.

            Tapi suatu hari di bulan September akhirnya aku sampai pada suatu titik dimana dimana aku berkata, “aku tak bisa terus seperti ini, ajal siapa yang tahu, gimana jadinya kalau lagi gini malaikat maut datang menjemput”. Akhirnya dengan rasa malas yang masih merajai, aku memaksakan untuk mengambil air wudhu dan berusaha sholat magrib dengan segenap hati jadi ngga cuma fisiknya aja yang sholat.  Luar biasanya Allah menyambut niatku dengan ketulusan-Nya, belum selesai baca alfatihah di rakaat pertama, air mata rasanya udah ingin tumpah terbayang semua dosa dan rasanya malu sekali Allah masih selalu baik padahal aku sering melupakan-Nya.

            Setelah selesai sholat dan dzikir sebentar, sambil bercucuran air mata aku berdo’a seperti biasanya tentunya dengan perasaan yang berbeda “Perasaan dekat dan yakin bahwa Allah selalu mendengarkanku”. Aku membaca doa kebaikan dunia akhirat, doa untuk orang tua, doa dalam menuntut ilmu dilanjut minta agar Allah meluaskan ilmu serta rezeki untuk aku dan suamiku, doa meminta diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah, doa agar keluarga kami selalu sakinah mawaddah warahmah, doa agar dipermudah segala urusan kami serta dijauhkan dari perbuatan orang yang dzalim dan doa agar dikumpulkan disurga Allah serta dihindarkan dari siksa api neraka. Sudah lama sekali aku tidak sholat dan berdoa sekhusyuk ini.

            Bulan September memang sangat special buatku, aku dilahirkan di bulan berkah ini dan pada tanggal 24 September 2013 aku tepat berusia 22 tahun. Dibulan lahirku ini Allah sungguh memberikan rezeki yang tak ternilai harganya, setelah Dia mengulurkan tangan-Nya padaku untuk kesekian kalinya, Dia juga menghadiahiku seorang anak yang sudah kami tunggu 3 tahun 4 bulan kehadirannya semenjak aku dan suamiku menikah. Kado paling istimewa yang pernah aku terima. Alhamdulillah.

            Awalnya aku dan suamiku tak tahu bahwa ada janin yang sedang berkembang dirahimku, beberapa waktu terakhir aku hanya sering merasa kelelahan, pusing, sakit perut dan sesekali muntah. Aku resah karena mengira apa yang aku alami diakibatkan telat datang bulan, apalagi perutku keras dan serasa membesar. Setiap hari aku berharap agar segera menstruasi sehingga rasa tidak nyaman yang aku alami bisa cepat hilang, sampai akhirnya pagi – pagi sekali setelah bangun tidur aku iseng menggunakan testpect yang tinggal tersisa satu satunya. Dan eng … ing… eng … TWO LINE! Setelah berpuluh – puluh testpect akhirnya 2 garis itu muncul juga.

            Bahagia banget rasanya, tapi rasa itu masih harus ditahan takutnya itu testpect ada kekeliruan. Dari kamar mandi aku langsung lari ke kamar sambil memegangi testpect itu. Suamiku masih bobo manis ngulet sambil ngiler, terus aku bangunin teriak – teriak sambil nepok pantatnya. “Nyun!!! Nyun!!! Liat ini!” Dia langsung kaget dikiranya aku kenapa – kenapa, “Kenapa Nyun, kenapa?” Lalu aku berikan testpect itu sambil bilang, “Liat, garisnya ada dua”. Suamiku masih loading bahkan loadingnya lebih lama dari computer Pentium 2. Tik … Tok … Tik … Tok …, setelah kesadarannya kembali penuh dia langsung bilang “Alhamdulillahhh ……” terus meluk dan menciumku. Aku jadi kuatir, “Jangan seneng dulu, bisi salah, kita cek dulu ke dokter kandungan ya, biar pasti”.

            Jam 8 aku sempetin dateng ke kantor untuk minta izin ke dokter, setelah itu aku dan suamiku langsung meluncur ke RSCK untuk berkunjung ke dokter kandungan. Pas sampai di tempat registrasi dengan bangga aku bilang, “saya mau cek kandungan”. *Senyum Lebar*. Waktu itu aku dapet nomor antrian ke-20, datang jam 08.30 diperiksa jam 11 siang. Ngantri cukup lama tapi percaya atau ngga itu moment ngantri yang paling membahagiakan yang pernah aku rasakan. Pas masuk ke ruang periksa, dokter spesialisnya langsung mempersiapkan untuk USG, tapi sayang karena aku kurang banyak minum jadi gambar rahim ngga bisa jelas terlihat. Sehingga dokter menyarankan untuk endoskopi, aku langsung setuju.

            Ini dia moment paling weirdnya, “Tuh udah ada kantung kandungannya, yang putih kecil itu bayinya, baru 2mm baru sebulan nih hamilnya”. Dokter menjelaskan, aku tersenyum dan nahan diri untuk ngga teriak kegirangan, aku juga liat suamiku senyum senyum sendiri. Dokter melanjutkan menjelaskan tentang makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, tentang aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pokonya banyak deh tapi anehnya tiba – tiba aja aku dan suamiku berubah jadi orang yang bloon, cuma senyum senyum sambil sesekali bilang “Oh” dan “Iya”.

            Bahkan sampai keluar dan ruang periksa, aku dan suamiku ngga masih senyum senyum ngga jelas tanpa berkata apa – apa, pas kebelulan beberapa kali kita saling pandang kita malah senyum makin lebar. Sampai setelah ngantri obat sekitar 20 menit aku akhirnya nyeplos, “Nyun, seneng ngga?” Dia masih senyum terus bilang, “Speechless”. Sampai pulang kerumah kita ngga ngomong apa – apa dan sumpah seharian itu kita ngga berenti senyum.  I’M GONNA BE A MOTHER :)

Rabu, 18 September 2013

Tugas English Course : Cibacang

Ini adalah cerita Bahasa Inggris pertama yang aku buat, jadi mohon dimaklum kalau banyak banget kesalahan, orang bahasa inggris aku pas – pasan dan masih harus banyak belajar. Sedikit sejarah tentang pembuatan cerita ini, jadi Jum'at lalu 13 Sept 2013 Mr. Brett yang merupakan guru English Course dari IEDUC yang sedang mengajar di AbadiNusa memberikan homework aliar Pekerjaan Rumah. Homeworknya itu bikin cerita yang original buatan sendiri, ngga tau kenapa akhirnya aku kepikiran untuk bikin cerita tentang legenda kampung cibacang yang merupakan kampung halaman ayahku. Dulu ayah pernah bilang di Cibacang banyak banget pohon bacang, jadi aja tempat itu disebut cibacang. Nah biar ceritanya ngga garing, aku ngarang – ngarang deh sampai akhirnya jadi cerita ini. Jadi kapanpun suatu saat nanti kamu baca atau denger cerita ini, ini cerita udah pasti buatan aku yaa.. hehehe ... Bahkan tokoh ceritanya juga diambil dari nama keluarga. Euis Nia itu diambil dari nama Bibi dari ayah, Sukrawinata dan Nanih Sukaenah adalah Kakek dan Nenek dari ayah.

Ini cerita tadi siang udah dikirim by email ke Mr Brett tinggal kita tunggu aja ada berapa banyak kesalahan yang aku buat di cerita ini. Hihihihi ,,, Tapi teteplah seneng juga bisa dapet inspirasi dan nulis cerita ini :)

So, check it out !!!


Cibacang


Once upon a time, at somewhere in west jave lived a young beautiful girl named Euis Nia. She is a nice and friendly girl, she likes to help everyone but the most thing she like is planting a delicious Bacang Fruit. She had more than 20 tree of Bacang Fruit in her back yard and every morning she always pour water on her Bacang Fruit with Joyful Feeling.

Her Parents Sukrawinata and Nanih Sukaenah were so happy because what they taught to planting tree when Nia just a kids still she do until know and they so proud of her. And the fun moment for Nia and Her Parents are when they reap a nice Bacang Fruits and divide them to all neighbor.

But one day, they all got the sad moment when they place stricked by drought, to get clean water is so difficult, they have to climb to get wellspring on high hills. But when Nia sat alone at her back yard in the morning she look there a line of ants toward to small holes bottom of Bacang Tree. And in the longer there more line of ants toward to the holes. It makes her curious about what happend inside the holes. Then she peek in to the holes but it's too dark and she can't saw anything, but she had an idea she took a branch of Bacang Fruit and enter the branch in to the hole. Guess what she found? The branch wet because water inside the hole.

Nia so exiting and tell her parents those good news. Her parents so exited as well as Nia, then her Father took his hoe and start digging at center of back yard. Day goes by and changed be afternoon, Sukrawinata had dug for 5meter, the ground is wet but the wellspring not appears yet.

At the evening, Nia and her parents go back to their house for a rest. Sukrawinata will start digging again at tomorrow morning. In the next morning, Nia was shock about what she saw from her window. There many people digging at back yard with her Father. And when the sun right above them, appear spurt of the water from the hole that made by her father and neighbor. The water so fresh and clean, Nia so happy and she suddenly hug her mother then they both cry together for this happiness.

Since that day, their place never lacks of clean water and their land more fertile than before because the people save clean water by planting trees like what Nia and Family's do. Everyone happy and always give their farm produce to Nia because they love Nia so much for Nia's kindness and good personality.

Unfortunenatly, 2 years later Nia had attacked by unknown desease, her body so thin and her face become sunken, her parents do their best to healing their lovely daughter but God have another wills. Nia pass away 3 months later, everyone felt sad and lost. Then for remember her kindness their named the place "Cibacang". Cibacang made by two word, they are Ci and Bacang, Ci is water in Sundanese and Bacang taken from tree of Bacang Fruit. So, cibacang is water of Bacang Tree.
The End ....



Fyi :
- Cibacang is village at Padalarang West Java
- Bacang fuit is a kind of Mango, in sundanese called 'limus'






Selasa, 17 September 2013

Oknum Satpol PP Kota Bandung Yang Ngga Bermoral

    Udah lama nih ngga nulis, ngga tau kenapa akhir - akhir ini bawaannya males terus, males ngapa - ngapain pokonya. Semoga aja ini bukan karena kemasukan hantu pemalas. Hihihi ... Aduh geje pisan.
   
    Senenernya ada banyak cerita yang ingin ditulis tapi apa daya males banget dan baru ilang sedikit malesnya hari ini. Anyway, aku ingin nulis cerita tentang pengalaman aku waktu ikut job fair tanggal 11-12 september 2013 di Braga Convention Hall.
   
    Jadi, waktu itu AbadiNusa ikut sebagai peserta Job Fair Jabar dan aku sama Bu Mai (My Boss) harus jagain stand loker AbadiNusa. Eittsss tapi bukan itu yang ingin aku ceritain.
   
    Gini nih ceritanya, waktu hari ke-2 Job Fair 12 September 2013, aku dan Bu Mai dateng ke Job Fair sekitar jam setengah 11 siang diantar oleh Pak Jaja (Driver Kantor), sama kaya hari sebelumnya di halaman Braga itu udah berjejer aja tukang dagang makanan - makanan yang menggiurkan. Secara karena kita doyan makan langsunglah berburu makanan. Bu Mai langsung menuju tukang kue cubit dan aku menuju tukang kebab.
   
    Karena kebab duluan matengnya maka aku langsung menyusul bu mai ke tempat Emang kue cubit. Nah pas Emang kue cubit lagi ngangkat satu persatu kue cubit setengah matang pesanan Bu Mai, tiba - tiba dengan terburu - buru Emang kue cubit langsung membawa gerobaknya ke arah sebrang.
   
    Ngga taunya ternyata dari arah kiri dateng sekumpulan oknum satpoll PP Kota Bandung dengan mobil besar bak terbuka sambil memegang pentungan. Pastes aja emang kue cubit langsung lari. Para satpol PP itu menampakan wajah garang dan angkuh seolah siap mengacak - ngacak dagangan para pedagang yang berjualan di halaman Landmark. Lalu dengan mengangguk angguk Emang tukang batagor menghampiri Sang Satpol PP yang memegang setir mobil. Emang tukang batagor memberikan Si Satpol PP dengan beberapa rupiah dan sebungkus rokok. Si Satpol PP menerimanya dengan memalingkan wajah.
   
    Lalu satpol PP itu beranjak pergi, dan suasna mencekam jadi riuh lagi. Saat kejadian terjadi, Bu Mai sedang memegang iPhonenya, aku langsung berujar "Bu Mai, padahal tadi teh difoto". Terus bu mai bilang, "Iya ya, aku terlalu shock ngeliat kejadian yang memuakan itu".
   
    Segera setelah itu dengan setengah berlari Bu Mai menuju jalan sebrang dan menghampiri tukang kue cubit. Dengan tak diduga, Emang kue cubit berkata, "Meni isin nya Neng, lebih sieun ka Jalmi dibandingkeun Sieun Ka Gusti Allah". Kira - kira begitulah Emang kue cubit berkata dengan Bahasa Sundanya. Bu Mai jawab, "Da eta mah jalmi na oge pikasebelun".
   
    Dan perlu diketahui, semua tukang dagang disana tidak ada yang mengambil jalan umum untuk berjualan, mereka berjualan di teras Landmark. Kecuali Emang kue cubit yang memang memarkir roda kecilnya di pinggir jalan, itu pun tidak melewati garis batas. Dan sekalipun jika niat para Satpol PP itu untuk menertibkan dan mendisiplinkan PKL tentunya ada cara yang lebih baik dan bijak serta pastinya seharusnya mereka tidak mendorong para pedagang untuk memberikan uang/ barang suapan, apalagi suapannya diterima dengan senang hati.
   
    Mungkin ada banyak pengalaman orang lain yang serupa dengan kisah ini, kisah tentang betapa bombroknya moral oknum aparat negara yang udah ngga ada bedanya sama lintah darat.
   
    Siapa ya yang bertanggungjawab untuk semua ini? Ah setidaknya kita - kita yang masih waras dan masih punya moral bisa berkontribusi untuk tidak membiasakan diri melakukan tindakan tindakan yang berbau KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dan paling engga kita bisa mendidik adik, anak dan cucu kita agar berakhlak mulia sehingga ngga akan ada regenerasi untuk para koruptor, anarkis dan sebagainya.
   

   
   

Jumat, 02 Agustus 2013

Asli


Senja membawaku terbang jauh bersama semburat sinar mentari 
yang perlahan menghilang
Tak ku bawa apapun selain keaslian akan diriku yang sesungguhnya
Seberapa murni diri ini setelah menyisakan jejak jejak langkah yang sedikit samar
Perlahan mencoba menyempurnakan dengan menyibakan satu per satu wajah lain yang sepertinya tak terbatas
Membuat raga ini ingin menghembuskan nafas berat tanda menyerah
Namun apa pula artinya semua ini jika aku hanya terasing oleh diriku
Ini akan terdengar lucu sungguh
Bagaimana aku mengenal, kamu, dia, bahkan mereka
Tapi tak sedikit pun aku mengenal siapa diriku sendiri
Senja, saat kau membawaku mengelana jauh
Aku takan meneguhkan itu
Meski dihari ini kau mengirimku pada gelapnya malam dilapisan langit terjauh
Aku masih sanggup mengucap terimakasih
Toh dikelamnya langit hitam itu
Masih ada kerlipan bintang


Rahmah Asyiah
02 Agustus 2013

Senin, 17 Juni 2013

Review Novel : Pintu Harmonika

Pintu Harmonika
Pintu Harmonika

4 bintang buat novel ini, jadi artinya harus banget kamu baca ... ^^

Novel ini seperti cabe rawit, kecil tapi pedasnya ngga nahan. Sedangkan novel ini ringan tapi makna luar biasa dalam. Ceritanya simple tapi bisa bikin ketawa, cengengesan sampai nangis sesegukan. Biasanya sih rada males baca novel yang terlalu simple tapi pas baca novel ini mmmhhh langsung malu sendiri gituh karena ternyata cerita yang simple bisa bikin aku takjub banget sama tokoh - tokohnya dengan kata lain takjub juga dengan penulisnya, apalagi tema yang diangkatnya tentang anak - anak, jarang novel bertema anak - anak bisa bikin aku terkesan. Yaudah dari pada panjang lebar kita langsung ke summary, strength and weakness pointnya yuk...

Summary :
Novel ini menceritakan tentang anak anak dari pemilik ruko yang bertetangga. Rizal, anak pemilik Toko Kelontong, Juni anak pemilik toko sablon dan David anak pemilik toko kue. Meski mereka berbeda usia tapi mereka menjadi sangat dekat layaknya adik kakak kandung dan yang bikin mereka mempunyai ikatan itu karena mereka dipersatukan di tempat yang sama. Tempat itu tak lain adalah SURGA, ya surga bagi mereka tentunya. Bukan tempat yang indah atau menawan, tempai itu hanyalah tanah kosong bau pesing dengan ilalang yang tinggi. Suatu hari pemilik tanah berniat untuk menjual tanah yang merupakan surga bagi ketiga anak tersebut. Karena tidak rela kehilangan surga, mereka pun mencari cara untuk mempertahankan surganya itu.

Strength Point :
- Meaningful and so touching
- Tema unik
- Entertaining
- Karakter masing - masing tokoh jelas
- Bacaan yang ringan
- Temanya bikin penasaran

Weakness Point :
- Ada beberapa Typo
- Untuk buku yang saya beli ada beberapa halaman yang tintanya tipis dan teks yang bertumpuk - tumpuk

Minggu, 26 Mei 2013

Hanya Kami

Kami tidak sedang berjalan apalagi berlari
Kami hanya sedang menikmati
Menikmati semua rasa yang kami cicipi dan resapi
Manis pahit asam bahkan hambar
Tak masalah bagi kami
Ini adalah kehidupan kami
Kami penunjuk arah bagi kami sendiri
Hati dan pikiran kami adalah kompasnya
Bukan anda, dia atau mereka
Hanya kami

Rahmah Asyiah
23 Mei 2013

Minggu, 03 Maret 2013

Kamu Tak Perlu Khawatir


Malam itu dunia memang berbeda
Tidak ada ruang tidak ada waktu
Tak ada juga batasan lainnya
Namun malam itu bukanlah dunia khayal atau negeri dongeng
Dunia itu dunia yang nyata hanya saja sering terlupakan
Yang ada hanya aku dan dia
Dia yang terus mencoba mensisipkan sisa - sisa kenangan
Kenangan yang semakin lama justru semakin lekat dan jelas
Entah makna apa yang ingin dihadiahkan
Tapi apapun itu aku tak tahu pasti tentang diriku
Tentang segala yang harus ku lakukan
Jiwaku pedih dengan kenyataan yang ada
Kenyataan bahwa cinta itu senantiasa bergerak
Bergerak sesukanya bahkan jika tak ada yang menghendakinya
Kenyataan bahwa hidup tak pernah sama
Kenyataan bahwa perasaan akan tumbuh meski tak pernah disentuh
Kenyataan bahwa kasih tak bisa dikunci untuk satu hati
Mungkin terlalu lama dia hadir
Mungkin terlalu banyak memori yang tertinggal di sudut sudut terdalam
Tapi dunia berbeda yang nyata itu harus juga ditinggalkan
Karena saat ini aku tak hidup dalam dunia itu
Ku hidup di dunia dimana ada aku dan kamu
Kamu tak pernah menjadi bagian yang aku sesali
Karena kamu adalah hidupku
Hidupku yang sesungguhnya
Tanpa terkecuali tanpa syarat dan tanpa semua batasan yang ada
Aku hanya ingat sedikit tentang itu
Mungkin dia mencari gelombangku yang terpancar  malam itu
Lalu terjadilah resonansi dan kami jadi satu frekuensi
Aku tak pernah meminta itu
Tapi aku juga tak menghindari itu
Ku harap kamu mengerti
Resonansi ini hanya terjadi sesekali
Kamu tak perlu khawatir 
Karena aku dan kamu selalu berresonansi setiap saat, setiap waktu mau tidak mau
Karena kita adalah satu


Rahmah Asyiah
04 Maret 2013

Kamis, 21 Februari 2013

Dia itu kamu, aku, dan kita saat ini serta nanti


Dia mengangkat dagunya ke atas
Menggerlingkan bola mata bulat nan hitam kesetiap mata yang memandang
Dia meliukan tubuh tingginya yang berbalut sutra dengan hiasan gemerlap intan yang melekat disetiap sudut yang dibentuk anggota badannya dengan sangat menawan
Bahkan senyumnya yang mahal kini malah diumbar
Semua sepakat hari ini dia sempurna
Dia yang hari ini
Nyatanya aku baru mengenal dia hari ini
Setelah hampir setengah windu kita saling bertemu dan berbagi cerita yang tiada maknanya
Ya, akhirnya kesempurnaan itu cacat di penglihatanku
Bahkan anggun wajahnya tak berkesan sama sekali
Serta bau harum parfumnya serasa timpang dipenciumanku
Ini bukan salahku
Bukan juga salahmu
Mungkin tak ada yang salah
Yang salah hanyalah
Kepura-puraanmu
Keegoisanku
Tapi tenang saja
Karena aku masih bisa menjadi si baik
Meski untuk antagonis sepertimu
Namun kita sama - sama tahu
ada sesuatu yang tersembunyi di dalam sana
Di dalam hatimu yang mulai membeku
Dan aku sanggup membaca itu semua dari kejujuran yang tersisa di matamu
Karena saat ini kita sedang berkomunikasi dengan bahasa kita sendiri
Walau kau bertingkah seperti biasa
Tapi kenyataannya kamu mendengar apa yang tidak terucapkan 
Biar saja aku tak berharap kau akan mengiyakan
Meski kehidupan tak pernah pasti
Aku tahu satu hal yang ku tahu pasti
Dimana suatu saat nanti
Luka itu akan menusukmu dalam
Dan ketika kau merasakan sakit itu
Saat itulah kau mengingat aku, kita, dan masa lalu

Rahmah Asyiah
21 Februari 2013