Rabu, 18 September 2013

Tugas English Course : Cibacang

Ini adalah cerita Bahasa Inggris pertama yang aku buat, jadi mohon dimaklum kalau banyak banget kesalahan, orang bahasa inggris aku pas – pasan dan masih harus banyak belajar. Sedikit sejarah tentang pembuatan cerita ini, jadi Jum'at lalu 13 Sept 2013 Mr. Brett yang merupakan guru English Course dari IEDUC yang sedang mengajar di AbadiNusa memberikan homework aliar Pekerjaan Rumah. Homeworknya itu bikin cerita yang original buatan sendiri, ngga tau kenapa akhirnya aku kepikiran untuk bikin cerita tentang legenda kampung cibacang yang merupakan kampung halaman ayahku. Dulu ayah pernah bilang di Cibacang banyak banget pohon bacang, jadi aja tempat itu disebut cibacang. Nah biar ceritanya ngga garing, aku ngarang – ngarang deh sampai akhirnya jadi cerita ini. Jadi kapanpun suatu saat nanti kamu baca atau denger cerita ini, ini cerita udah pasti buatan aku yaa.. hehehe ... Bahkan tokoh ceritanya juga diambil dari nama keluarga. Euis Nia itu diambil dari nama Bibi dari ayah, Sukrawinata dan Nanih Sukaenah adalah Kakek dan Nenek dari ayah.

Ini cerita tadi siang udah dikirim by email ke Mr Brett tinggal kita tunggu aja ada berapa banyak kesalahan yang aku buat di cerita ini. Hihihihi ,,, Tapi teteplah seneng juga bisa dapet inspirasi dan nulis cerita ini :)

So, check it out !!!


Cibacang


Once upon a time, at somewhere in west jave lived a young beautiful girl named Euis Nia. She is a nice and friendly girl, she likes to help everyone but the most thing she like is planting a delicious Bacang Fruit. She had more than 20 tree of Bacang Fruit in her back yard and every morning she always pour water on her Bacang Fruit with Joyful Feeling.

Her Parents Sukrawinata and Nanih Sukaenah were so happy because what they taught to planting tree when Nia just a kids still she do until know and they so proud of her. And the fun moment for Nia and Her Parents are when they reap a nice Bacang Fruits and divide them to all neighbor.

But one day, they all got the sad moment when they place stricked by drought, to get clean water is so difficult, they have to climb to get wellspring on high hills. But when Nia sat alone at her back yard in the morning she look there a line of ants toward to small holes bottom of Bacang Tree. And in the longer there more line of ants toward to the holes. It makes her curious about what happend inside the holes. Then she peek in to the holes but it's too dark and she can't saw anything, but she had an idea she took a branch of Bacang Fruit and enter the branch in to the hole. Guess what she found? The branch wet because water inside the hole.

Nia so exiting and tell her parents those good news. Her parents so exited as well as Nia, then her Father took his hoe and start digging at center of back yard. Day goes by and changed be afternoon, Sukrawinata had dug for 5meter, the ground is wet but the wellspring not appears yet.

At the evening, Nia and her parents go back to their house for a rest. Sukrawinata will start digging again at tomorrow morning. In the next morning, Nia was shock about what she saw from her window. There many people digging at back yard with her Father. And when the sun right above them, appear spurt of the water from the hole that made by her father and neighbor. The water so fresh and clean, Nia so happy and she suddenly hug her mother then they both cry together for this happiness.

Since that day, their place never lacks of clean water and their land more fertile than before because the people save clean water by planting trees like what Nia and Family's do. Everyone happy and always give their farm produce to Nia because they love Nia so much for Nia's kindness and good personality.

Unfortunenatly, 2 years later Nia had attacked by unknown desease, her body so thin and her face become sunken, her parents do their best to healing their lovely daughter but God have another wills. Nia pass away 3 months later, everyone felt sad and lost. Then for remember her kindness their named the place "Cibacang". Cibacang made by two word, they are Ci and Bacang, Ci is water in Sundanese and Bacang taken from tree of Bacang Fruit. So, cibacang is water of Bacang Tree.
The End ....



Fyi :
- Cibacang is village at Padalarang West Java
- Bacang fuit is a kind of Mango, in sundanese called 'limus'






Selasa, 17 September 2013

Oknum Satpol PP Kota Bandung Yang Ngga Bermoral

    Udah lama nih ngga nulis, ngga tau kenapa akhir - akhir ini bawaannya males terus, males ngapa - ngapain pokonya. Semoga aja ini bukan karena kemasukan hantu pemalas. Hihihi ... Aduh geje pisan.
   
    Senenernya ada banyak cerita yang ingin ditulis tapi apa daya males banget dan baru ilang sedikit malesnya hari ini. Anyway, aku ingin nulis cerita tentang pengalaman aku waktu ikut job fair tanggal 11-12 september 2013 di Braga Convention Hall.
   
    Jadi, waktu itu AbadiNusa ikut sebagai peserta Job Fair Jabar dan aku sama Bu Mai (My Boss) harus jagain stand loker AbadiNusa. Eittsss tapi bukan itu yang ingin aku ceritain.
   
    Gini nih ceritanya, waktu hari ke-2 Job Fair 12 September 2013, aku dan Bu Mai dateng ke Job Fair sekitar jam setengah 11 siang diantar oleh Pak Jaja (Driver Kantor), sama kaya hari sebelumnya di halaman Braga itu udah berjejer aja tukang dagang makanan - makanan yang menggiurkan. Secara karena kita doyan makan langsunglah berburu makanan. Bu Mai langsung menuju tukang kue cubit dan aku menuju tukang kebab.
   
    Karena kebab duluan matengnya maka aku langsung menyusul bu mai ke tempat Emang kue cubit. Nah pas Emang kue cubit lagi ngangkat satu persatu kue cubit setengah matang pesanan Bu Mai, tiba - tiba dengan terburu - buru Emang kue cubit langsung membawa gerobaknya ke arah sebrang.
   
    Ngga taunya ternyata dari arah kiri dateng sekumpulan oknum satpoll PP Kota Bandung dengan mobil besar bak terbuka sambil memegang pentungan. Pastes aja emang kue cubit langsung lari. Para satpol PP itu menampakan wajah garang dan angkuh seolah siap mengacak - ngacak dagangan para pedagang yang berjualan di halaman Landmark. Lalu dengan mengangguk angguk Emang tukang batagor menghampiri Sang Satpol PP yang memegang setir mobil. Emang tukang batagor memberikan Si Satpol PP dengan beberapa rupiah dan sebungkus rokok. Si Satpol PP menerimanya dengan memalingkan wajah.
   
    Lalu satpol PP itu beranjak pergi, dan suasna mencekam jadi riuh lagi. Saat kejadian terjadi, Bu Mai sedang memegang iPhonenya, aku langsung berujar "Bu Mai, padahal tadi teh difoto". Terus bu mai bilang, "Iya ya, aku terlalu shock ngeliat kejadian yang memuakan itu".
   
    Segera setelah itu dengan setengah berlari Bu Mai menuju jalan sebrang dan menghampiri tukang kue cubit. Dengan tak diduga, Emang kue cubit berkata, "Meni isin nya Neng, lebih sieun ka Jalmi dibandingkeun Sieun Ka Gusti Allah". Kira - kira begitulah Emang kue cubit berkata dengan Bahasa Sundanya. Bu Mai jawab, "Da eta mah jalmi na oge pikasebelun".
   
    Dan perlu diketahui, semua tukang dagang disana tidak ada yang mengambil jalan umum untuk berjualan, mereka berjualan di teras Landmark. Kecuali Emang kue cubit yang memang memarkir roda kecilnya di pinggir jalan, itu pun tidak melewati garis batas. Dan sekalipun jika niat para Satpol PP itu untuk menertibkan dan mendisiplinkan PKL tentunya ada cara yang lebih baik dan bijak serta pastinya seharusnya mereka tidak mendorong para pedagang untuk memberikan uang/ barang suapan, apalagi suapannya diterima dengan senang hati.
   
    Mungkin ada banyak pengalaman orang lain yang serupa dengan kisah ini, kisah tentang betapa bombroknya moral oknum aparat negara yang udah ngga ada bedanya sama lintah darat.
   
    Siapa ya yang bertanggungjawab untuk semua ini? Ah setidaknya kita - kita yang masih waras dan masih punya moral bisa berkontribusi untuk tidak membiasakan diri melakukan tindakan tindakan yang berbau KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dan paling engga kita bisa mendidik adik, anak dan cucu kita agar berakhlak mulia sehingga ngga akan ada regenerasi untuk para koruptor, anarkis dan sebagainya.