Ngga
kerasa udah masuk bulan Desember yang artinya bentar lagi udah waktunya say
good bye sama tahun 2013 dan menyambut kedatangan 2014. Banyak banget berkah
dan hal yang berkesan buatku di tahun ini. Tapi yang paling indah pastinya
hadiah istimewa buatku dan suamiku dari Allah Sang Maha Pengasih, apalagi kalau
bukan kehadiran anak kami yang saat ini masih dalam rahim dan sudah menginjak
usia kandungan 4 bulan. Feel so blessed :)
Ada
cerita unik tentang kehamilanku, jadi beberapa waktu sebelum hamil aku dilanda
penyakit males yang luar biasa dan yang parahnya itu bukan cuma males
beraktivitas tapi juga males beribadah. Sholat juga terkesan asal – asalan,
terus mau buka Qur’an aja rasanya susah banget. Pokonya keimanan lagi bener –
bener ngedrop. Walaupun hati kecil rasanya resah, berdosa dan menyesal tapi
keburukan ini masih kulanjutkan hingga berminggu – minggu lamanya.
Tapi
suatu hari di bulan September akhirnya aku sampai pada suatu titik dimana
dimana aku berkata, “aku tak bisa terus seperti ini, ajal siapa yang tahu, gimana jadinya
kalau lagi gini malaikat maut datang menjemput”. Akhirnya dengan rasa
malas yang masih merajai, aku memaksakan untuk mengambil air wudhu dan berusaha
sholat magrib dengan segenap hati jadi ngga cuma fisiknya aja yang sholat. Luar biasanya Allah menyambut niatku dengan
ketulusan-Nya, belum selesai baca alfatihah di rakaat pertama, air mata rasanya
udah ingin tumpah terbayang semua dosa dan rasanya malu sekali Allah masih
selalu baik padahal aku sering melupakan-Nya.
Setelah
selesai sholat dan dzikir sebentar, sambil bercucuran air mata aku berdo’a
seperti biasanya tentunya dengan perasaan yang berbeda “Perasaan dekat dan yakin bahwa
Allah selalu mendengarkanku”. Aku membaca doa kebaikan dunia akhirat,
doa untuk orang tua, doa dalam menuntut ilmu dilanjut minta agar Allah
meluaskan ilmu serta rezeki untuk aku dan suamiku, doa meminta diberikan
keturunan yang sholeh dan sholehah, doa agar keluarga kami selalu sakinah
mawaddah warahmah, doa agar dipermudah segala urusan kami serta dijauhkan dari
perbuatan orang yang dzalim dan doa agar dikumpulkan disurga Allah serta
dihindarkan dari siksa api neraka. Sudah lama sekali aku tidak sholat dan
berdoa sekhusyuk ini.
Bulan
September memang sangat special buatku, aku dilahirkan di bulan berkah ini dan
pada tanggal 24 September 2013 aku tepat berusia 22 tahun. Dibulan lahirku ini
Allah sungguh memberikan rezeki yang tak ternilai harganya, setelah Dia
mengulurkan tangan-Nya padaku untuk kesekian kalinya, Dia juga menghadiahiku
seorang anak yang sudah kami tunggu 3 tahun 4 bulan kehadirannya semenjak aku
dan suamiku menikah. Kado paling istimewa yang pernah aku terima.
Alhamdulillah.
Awalnya
aku dan suamiku tak tahu bahwa ada janin yang sedang berkembang dirahimku,
beberapa waktu terakhir aku hanya sering merasa kelelahan, pusing, sakit perut
dan sesekali muntah. Aku resah karena mengira apa yang aku alami diakibatkan
telat datang bulan, apalagi perutku keras dan serasa membesar. Setiap hari aku
berharap agar segera menstruasi sehingga rasa tidak nyaman yang aku alami bisa
cepat hilang, sampai akhirnya pagi – pagi sekali setelah bangun tidur aku iseng
menggunakan testpect yang tinggal tersisa satu satunya. Dan eng … ing… eng … TWO LINE! Setelah berpuluh – puluh testpect
akhirnya 2 garis itu muncul juga.
Bahagia
banget rasanya, tapi rasa itu masih harus ditahan takutnya itu testpect ada
kekeliruan. Dari kamar mandi aku langsung lari ke kamar sambil memegangi
testpect itu. Suamiku masih bobo manis ngulet sambil ngiler, terus aku bangunin
teriak – teriak sambil nepok pantatnya. “Nyun!!! Nyun!!! Liat ini!” Dia
langsung kaget dikiranya aku kenapa – kenapa, “Kenapa Nyun, kenapa?”
Lalu aku berikan testpect itu sambil bilang, “Liat, garisnya ada dua”.
Suamiku masih loading bahkan loadingnya lebih lama dari computer Pentium 2. Tik
… Tok … Tik … Tok …, setelah kesadarannya kembali penuh dia langsung bilang “Alhamdulillahhh
……” terus meluk dan menciumku. Aku jadi kuatir, “Jangan seneng dulu, bisi salah,
kita cek dulu ke dokter kandungan ya, biar pasti”.
Jam
8 aku sempetin dateng ke kantor untuk minta izin ke dokter, setelah itu aku dan
suamiku langsung meluncur ke RSCK untuk berkunjung ke dokter kandungan. Pas
sampai di tempat registrasi dengan bangga aku bilang, “saya mau cek kandungan”.
*Senyum Lebar*. Waktu itu aku dapet nomor antrian ke-20, datang jam 08.30
diperiksa jam 11 siang. Ngantri cukup lama tapi percaya atau ngga itu moment
ngantri yang paling membahagiakan yang pernah aku rasakan. Pas masuk ke ruang
periksa, dokter spesialisnya langsung mempersiapkan untuk USG, tapi sayang
karena aku kurang banyak minum jadi gambar rahim ngga bisa jelas terlihat.
Sehingga dokter menyarankan untuk endoskopi, aku langsung setuju.
Ini
dia moment paling weirdnya, “Tuh udah ada kantung kandungannya, yang
putih kecil itu bayinya, baru 2mm baru sebulan nih hamilnya”. Dokter
menjelaskan, aku tersenyum dan nahan diri untuk ngga teriak kegirangan, aku
juga liat suamiku senyum senyum sendiri. Dokter melanjutkan menjelaskan tentang
makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, tentang aktivitas yang boleh dan
tidak boleh dilakukan, pokonya banyak deh tapi anehnya tiba – tiba aja aku dan
suamiku berubah jadi orang yang bloon, cuma senyum senyum sambil sesekali
bilang “Oh” dan “Iya”.
Bahkan
sampai keluar dan ruang periksa, aku dan suamiku ngga masih senyum senyum ngga
jelas tanpa berkata apa – apa, pas kebelulan beberapa kali kita saling pandang kita malah senyum makin lebar. Sampai setelah ngantri obat sekitar 20 menit aku
akhirnya nyeplos, “Nyun, seneng ngga?” Dia masih senyum terus bilang, “Speechless”.
Sampai pulang kerumah kita ngga ngomong apa – apa dan sumpah seharian itu kita
ngga berenti senyum. I’M GONNA BE A MOTHER :)