Selasa, 19 April 2011

Antasari Mencapai Targetnya


Siapa sih yang belum pernah denger kasus Antasari  Azhar ? Ketika beliau sedang gencar-gencarnya mengurung para koruptor di Indonesia tiba-tiba ada berita yang mengagetkan.  Hari itu Antasari dibawa untuk dilakukan pemeriksaan , 2 jam kemudian ditetapkan sebagai saksi, 2 jam kemudian lagi ditetapkan sebagai tersangka. Antasari meminta izin untuk pulang kerumah namun beliau tak diberikan izin dan langsung ditahan. Yang mengagetkan adalah beliau dianggap sebagai orang yang menganjucrkan kematian Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnen. Yang katanya Beliau tega membunuh korban karena terlibat cinta segitiga antara Antasari, Nasrudin dan Rani (istri Nasrudin).
                Bagi masyarakat awam saja tentu bisa menilai betapa konyolnya kasus ini. Bagaimana tidak seorang ketua KPK yang telah berhasil menjerujikan banyak koruptor tega membunuh seseorang dikarenakan seorang perempuan? Antasari itu bukan orang bodoh, lagi pula setiap orang bisa melihat bagaimana Antasari sangat mencintai dan menghormati Istrinya. Beliaupun sangat mencintai anak-anaknya sehingga jika dipikir secara logika dan hati nurani tak mungkin bahwa Antasarilah pembunuhnya.
                Tentu saja ada kekuatan besar yang menginginkan Antasari jatuh. Dengan besarnya fitnah yang ditujukkan padanya. Seperti wawancara ekslusif Kick Andy dengan beliau. Beliau menyatakan bahwa “ Saya tidak merasa didzalami, tapi saya memang didzalimi”. Disinilah menurut saya betapa susahnya untuk meneggakkan kebenaran di negeri ini. Ketika ada sesosok Antasari yang berani mengungkap kasus para pencuri uang rakyat tanpa pandang bulu, beliau justru harus menelan pedasnya fitnah yang diterimanya. Fitnah yang tak hanya membuatnya mendekam dipenjara tapi juga fitnah yang merusak nama baiknya.
                Sampai kapanpun Antasari tidak akan pernah mengakui bahwa dialah yang membunuh Nasrudin karena memang benar bukan dia yang melakukannya. Apakah harus seseorang mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan sama sekali? Setelah beberapa lama kasus ini OFF dari media dan masyarakat karena banyaknya pengalihan pengalihan yang dibuat oleh pihak tertentu kini kasus ini kembali mencuat ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana tidak, pengacara Antasari menemukan kejanggalan hakim dan membeberkannya kepada komisi yudisial. Berita ini menyita banyak perhatian rakyat Indonesia dan menggugah hasrat keingintahuan lebih dalam mengenainya.
                Salah satu kejanggalan yang ditemukan adalah bahwa putusan hakim mengabaikan keterangan ahli TI yang menyatakan bahwa tidak ada pesan pendek (sms) dari Antasari kepada Nasrudin yang berisi ancaman. Selain itu hakim juga tidak mempertimbangkan barang bukti senjata yang ditunjukan dalam persidangan. Jika menurut ahli forensic senjata yang digunakan untuk membunuh Nasrudin itu senjata yang bagus yang memiliki kwalitas baik. Tapi mengapa senjata yang ditunjukan malah senjata yang macet? Disini sangat terlihat atas dasar apa hakim menjatuhi hukuman pada Antasari padahal tidak ada bukti kuat yang mendukung putusannya.
                Antasari dan kuasa hukummnya saat ini telah mengajukan PK. Jika dalam banding dan kasasi Antasari tetap dinyatakan bersalah. Maka PK akan menjadi harapan terakhir yang diharapkan bisa memberikan keadilan dan menunjukkan kebenaran yang sebenar-benarnya. Tapi apapun nanti hasilnya, Toh Target Antasari sudah tercapai. Target beliau hanyalah agar public bisa mengetahui bahwa beliau bukanlah pembunuh seperti yang diberitakan selama ini. Sejak lama target ini sudah tercapai, karena rakyat kita sudah melihat bahwa Antasari hanyalah korban dari kejahatan suatu kekuatan besar yang menginginkannya untuk jatuh. Dan Nasrudin adalah orang yang ternyata harus kehilangan nyawanya atas kebiadaban konspirasi ini.

Rahmah Asyiah
20 Apr 2011

Minggu, 17 April 2011

Definisi Bahagia

Definisi bahagia bagi setiap orang berbeda - beda. Ada yang mengatakan bahwa seseorang bisa dikatakan bahagia ketika hampir semua kebutuhannya terpenuhi. Tapi benarkah ada seseorang yang menang benar-benar berhasil memenuhi kebutuhannya? Jawabannya TIDAK. Karena sifat dasar manusia itu tidak pernah puas, ketika suatu kebutuhan telah bahkan belum terpenuhi akan muncul kebutuhan yang baru. Yang ternyata setelah diteliti lebih dalam hal itu bukanlah sebuah kebutuhan melainkan keinginan kita sendiri yang didasari oleh 'nafsu'.
Ada juga yang mengatakan kalau bahagia itu mempunyai teman yang banyak. definisi ini bisa benar bisa juga tidak. Seorang bijak pernah berucap, "yang terpenting itu bukanlah memiliki banyak teman, tapi memiliki seorang teman yang bisa diandalkan, yang bisa menunjukan kita jalan kebenaran". Manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan karena itu berhati-hatilah mencari teman. Karena bisa saja kita menjadi pribadi yang jelek karena terpengaruh teman, tapi bisa juga kita menjadi pribadi yang lebih baik karena bertemu dengan seorang teman.
Tapi, dari sekian banyak definisi. Kebanyakan intinya, seseorang bisa dibilang bahagia ketika seseorang itu berlimpahan materi. Saat seseorang mampu mebeli apapun yang diinginkannya. Mendapat sanjungan atas harta hartanya. Bahkan seorang teman pernah berkata,"enak ya kalau jadi anak President Director, mau apa aja bisa. Zaman sekarang kan asalkan punya uang semuanya bisa dibeli". Pernyataan orang yang pastinya materialistik. Namun benarkan begitu? Coba teliti lebih dalam. Mungkin apa saja bisa dibeli oleh seorang anak President Director di perusahaan ternama, wajahnya tersenyum karena seakan-akan dikelilingi orang-orang yang mencintainya. Tapi apa kita tahu bahwa bisa saja dikamarnya yang mewah dia menangis karena kekurangan kasih sayang orangtua, atau kurangnya waktu yang dia miliki untuk bercengkrama dengan keluarga dan kesedihan saat tak ada seorang teman baik yang benar-benar tulus menerimanya sebagai seorang teman ? arti sebuah kebahagiaan terlalu murah jika disandingkan dengan keberlimpahan materi.
Seperti perkataan seorang ayah yang baik. Tak apa jika kita kekurangan materi. Asalkan jangan sampai kekurangan ilmu dan hati. Karena bukan kaya materi yang akan membuat kita bahagia. Tapi kaya akan ilmu dan hati. Materi bisa habis, hilang atau dicuri. Tapi ilmu dan hati akan abadi meski ajal telah menjemput kita. Ibaratnya, kita tak perlu mengumpukan nasi sebanyak mungkin, kita hanya perlu mengumpukan secukupnya. Toh lama-kelamaan nasi akan basi juga. Tapi kita perlu beribadah dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin, karena tanpa itu semua kita tak akan bisa meraih Syurga-Nya.
Seseorang yang bahagia tidak akan pernah mengeluh jika Tuhan mengujinya. Seseorang yang bahagia tidak akan meninggalkan keluarga untuk pekerjaannya. Seseorang yang bahagia tidak akan menghabiskan harta utuk memenuhi hawa nafsunya. Seseorang yang bahagia itu yang mensyukuri nikmat Tuhan dengan sepenuh-penuhnya rasa syukur, Hidup dengan sederhana, harmonis rumahtangganya, serta suka berbagi kebaikan, dia senantiasa memberikan manfaat bagi sesamanya.

17 Apr 2011
Rahmah Asyiah