Sabtu, 22 Desember 2012

Senyap Ini

Senyap yang diam ini
Tak ingin menghilang seperti senja yang kian menghitam
Senyap yang diam ini
Tak mau terhapus layaknya cerita yang ingin dilupakan
Senyap ini hanya ingin bertahan
Bertahan dipelataran yang dipilihnya untuk singgah
Meski terus didera derasnya hujan atau terik yang melelahkan tetap saja
sang senyap berharap untuk bisa terus tinggal
Karena bukan tanpa alasan pelataran itu kini
menjadi bagian dari senyap itu sendiri
Bahkan berjuta alasan masih bisa menyatakan sebuah kelayakan
Meski senyap terkadang hanya senyap yang merindu sepi dan kehangatanB
Bukan sepi tanpa ada kehidupan
Tapi sepi yang sunyi serta memberikan kehangatan

Rahmah Asyiah
22 Desember 2012

3 komentar:

  1. Menarik, karena sebelumnya saya merasa cukup berbakat dalam menerka-nerka isi dari suatu bait-bait perumpamaan. Namun kali ini banyak terkaan-terkaan dalam pikiran saya. Hmmmm, mungkin malah tidak ada satupun yang tepat untuk bait-bait diatas. :)

    BalasHapus
  2. maaf baru sempat balas komennya ...
    kalau ada peristiwa tertentu mendadak suka jadi puitis .. hehe .. mungkin diantara tebakan anda ada yg benar karena tulisan itu mengisahkan hal lumrah yg biasa dialami manusia ..
    ;)

    BalasHapus
  3. hehe
    Iya ga pa2.. sama sih, kadang2 saya juga merasa kalau suatu peristiwa lebih baik dituliskan dengan agak puitis.. :)

    BalasHapus